Surabaya, Alipers.com – Arie Wibowo, mengapresiasi pelaksanaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen Provinsi Jawa Timur tahun 2026 yang dinilai berlangsung profesional dan berkualitas tinggi.
Menurutnya, penyelenggaraan LKS di Jawa Timur bahkan menjadi contoh (best practice) bagi provinsi lain, terutama di tengah berbagai tantangan pelaksanaan di sejumlah daerah.
“Saya secara pribadi menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Gubernur. Kami keluarga besar SMK merasa bangga atas dukungan luar biasa yang diberikan selama ini,” ujarnya.
Di akhir sambutan, ia berharap pelaksanaan LKS mampu membawa standar industri ke dalam proses pembelajaran di kelas, sehingga terwujud SMK yang bermutu dan berdaya saing global.
Revitalisasi 50 Sekolah
Sejalan dengan upaya menggenjot kompetensi siswa, infrastruktur pendidikan juga terus diperkuat.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries dalam laporannya menyebutkan bahwa Gubernur Khofifah telah menandatangani peresmian program revitalisasi dan rehabilitasi sekolah untuk wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Total ada 50 lembaga sekolah yang direvitalisasi dengan nominal mencapai Rp45,6 miliar lebih. Dengan rincian, SMA ada 26 lembaga, SMK ada 21 lembaga, dan SLB ada 3 lembaga.
Bantuan tersebut, merupakan kombinasi dari 20 jenis bantuan yang bersumber dari APBD dan 34 jenis bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat.
Terkait target di ajang LKS Nasional 2026, Aries menegaskan bahwa Jatim siap mempertahankan tahtanya.
Kolaborasi jenjang pendidikan antara SMK, SMA, dan MA yang diinisiasi tahun ini diharapkan menjadi motor pendorong prestasi yang berkesinambungan.
“Target dan harapan kami dari 56 bidang lomba, yaitu 54 bidang lomba kompetisi dan 2 bidang eksibisi, dan kita berharap bahwa dari juara 1 yang dilaksanakan di LKS tingkat Provinsi Jatim akan mewakili di tingkat nasional. Dan kami harapkan bahwa tahun 2026 ini piala bergilir Juara Umum LKS Tingkat Nasional tetap berada di Jatim,” pungkas Aries.
(pca/s/p)
