Sampang,Alipers.Com — Upaya memperkuat hubungan silaturahmi dan komunikasi antarsesama insan pers asal Desa Rabasan Kedundung, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, diwujudkan melalui gagasan pembentukan Persatuan Wartawan Rabasan Kedundung (PWRK) Lintas Nusantara,25,Agustus,2026.
Gagasan tersebut disampaikan atas inisiatif dan arahan Sesepuh Desa Rabasan Kedundung, Faisol Majid, sebagai wadah komunikasi dan silaturahmi bagi putra-putri Desa Rabasan Kedundung yang saat ini menjalankan profesi jurnalistik dan tersebar di sejumlah daerah.
Pembentukan PWRK Lintas Nusantara diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat hubungan kekeluargaan, membangun komunikasi, serta meningkatkan solidaritas di antara insan pers yang memiliki latar belakang daerah asal yang sama.
Selain aspek silaturahmi, keberadaan wadah tersebut juga diarahkan untuk mendorong terbangunnya hubungan profesional yang dilandasi sikap saling menghormati, saling mendukung, serta menjunjung tinggi etika dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Faisol Majid menyampaikan bahwa hubungan kekeluargaan yang telah terbangun di tengah masyarakat Desa Rabasan Kedundung merupakan modal sosial yang perlu terus dipelihara, termasuk oleh para putra-putri desa yang saat ini berkiprah di bidang jurnalistik.
“Kita harus sadar bahwa hampir 99 persen warga Desa Rabasan saling bersaudara. Bahkan kerabat yang jauh pun masih memiliki hubungan keluarga hingga sepupu keempat. Ikatan darah dan ikatan iman ini harus senantiasa kita pelihara dengan baik,” ujar Faisol Majid, Minggu (23/08/2026).
Menurutnya, perbedaan tempat bertugas, lingkungan kerja, maupun latar belakang profesional tidak seharusnya menjadi penghalang dalam menjaga hubungan persaudaraan dan komunikasi antarsesama.
Dalam konteks pelaksanaan tugas jurnalistik, Faisol Majid juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara keberanian dalam menyampaikan informasi dengan tanggung jawab profesi.
“Dalam menjalankan liputan dan menyampaikan informasi kepada masyarakat, saya berpesan: tetaplah tegas dan berani menyuarakan kebenaran. Namun, jangan pernah melanggar batas etika profesi jurnalistik serta ketentuan Undang-Undang Pers yang berlaku,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan tugas dan tanggung jawab profesi hendaknya senantiasa disertai dengan integritas, etika, serta sikap saling menghormati dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ingatlah selalu, akhlak mulia jauh lebih tinggi dan lebih mulia nilainya dibandingkan jabatan atau profesi apa pun yang kita sandang,” pesannya.
Melalui pembentukan PWRK Lintas Nusantara, para wartawan asal Desa Rabasan Kedundung diharapkan dapat memiliki ruang komunikasi bersama yang dapat dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi, bertukar pengalaman, serta membangun hubungan yang konstruktif dalam menjalankan profesi jurnalistik.
Keberadaan wadah tersebut juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan profesionalitas insan pers, khususnya dalam menjalankan tugas pemberitaan dengan tetap memperhatikan prinsip akurasi, keberimbangan, kepatuhan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan, serta etika jurnalistik.
Para anggota PWRK Lintas Nusantara diharapkan turut menjaga nama baik daerah asal melalui pelaksanaan tugas jurnalistik yang profesional, berintegritas, dan bertanggung jawab serta memberikan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Gagasan pembentukan PWRK Lintas Nusantara tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan kekeluargaan antarputra-putri Desa Rabasan Kedundung yang menjalankan profesi jurnalistik di berbagai wilayah.
Semangat persaudaraan, profesionalitas, dan etika diharapkan menjadi landasan dalam pelaksanaan kegiatan PWRK Lintas Nusantara sehingga keberadaannya dapat memberikan manfaat bagi para anggota maupun lingkungan masyarakat secara lebih luas.
