Semarang,Alipers.com– Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan transformasi dalam sistem rekrutmen calon anggota Polri. Pada Seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026, Polri menghadirkan sejumlah inovasi, di antaranya penerapan tes komputer serta peningkatan kualitas tes akademik dengan standar yang lebih tinggi guna mencetak perwira muda yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Pelaksanaan tahapan akhir seleksi tingkat Panitia Pusat dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. di Gedung Serba Guna Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/7/2026).
Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Pol. Dr. Anwar menjelaskan bahwa penguasaan teknologi digital kini menjadi kompetensi dasar yang wajib dimiliki oleh setiap calon anggota Polri, baik pada jenjang tamtama, bintara, maupun taruna Akademi Kepolisian.
Menurutnya, penerapan tes komputer bertujuan memastikan seluruh peserta memiliki kemampuan dasar dalam mengoperasikan perangkat digital sehingga mampu menjawab tantangan tugas kepolisian yang semakin modern dan berbasis teknologi.
Selain penguasaan teknologi, Polri juga meningkatkan kualitas tes akademik dengan materi yang dirancang setara standar olimpiade. Pendekatan tersebut tidak lagi berorientasi pada hafalan semata, melainkan mengedepankan kemampuan berpikir kritis, analitis, serta pemecahan masalah sebagai kompetensi utama calon perwira Polri.
Irjen Pol. Dr. Anwar menegaskan bahwa peningkatan standar akademik merupakan langkah strategis untuk menghasilkan sumber daya manusia Polri yang mampu menganalisis berbagai persoalan secara tepat dan memberikan solusi yang profesional sesuai tuntutan tugas kepolisian di masa depan.
Hingga tahapan akhir seleksi tingkat Panitia Pusat, sebanyak 404 peserta mengikuti proses seleksi yang terdiri atas 365 calon taruna dan 39 calon taruni. Seluruh peserta sebelumnya telah melewati berbagai tahapan seleksi secara ketat dan berjenjang, mulai dari pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, kesamaptaan jasmani, hingga pemeriksaan penampilan (rikpil).
Pada tahapan rikpil tingkat pusat, proses penilaian dilakukan secara langsung oleh enam pejabat utama Polri, yaitu Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, Kalemdiklat Polri Komjen Pol. R.Z. Panca Putra, As SDM Kapolri Irjen Pol. Dr. Anwar, Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Abdul Karim, Wairwasum Polri Irjen Pol. Tomex Korniawan, serta Gubernur Akpol Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga.
Transformasi sistem rekrutmen melalui penerapan tes komputer dan peningkatan standar akademik tersebut menjadi wujud komitmen Polri dalam membangun sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap kemajuan teknologi, serta memiliki kemampuan berpikir kritis untuk menghadapi dinamika tantangan tugas kepolisian di era digital.
Melalui proses rekrutmen yang objektif, transparan, akuntabel, dan berbasis kompetensi, Polri berharap dapat melahirkan generasi perwira muda yang siap mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara serta mampu menjawab tantangan keamanan di masa depan.
