Surabaya, Alipers.com – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan apresiasi setinggi – tingginya kepada para pelaku usaha di Kota Pahlawan, yang berhasil menyerap 1.200 tenaga kerja ber-KTP Surabaya melalui kegiatan Job Fair dalam rangkaian acara Surabaya Industrial & Labor Festival 2026 di Grand City Convention Hall, Kamis (9/4/2026).
Wali Kota Eri menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan kota, khususnya dalam menggerakkan roda perekonomian dan menekan angka kemiskinan, tidak mungkin dilakukan sendirian oleh pemerintah. Oleh karena itu, mereka bermaksud menggalang sektor swasta atau pengusaha untuk memperkuat roda perekonomian.
“Surabaya bisa hebat karena para pelakunya adalah orang-orang yang luar biasa. Mereka bersama pemerintah membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi,” tegas Wali Kota Eri.
Dalam kegiatan ini, Wali Kota Eri juga memberikan penghargaan kepada perusahaan yang telah berkontribusi dalam perputaran ekonomi di Kota Surabaya. Pemberian penghargaan diberikan dalam 7 kategori untuk 21 perusahaan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro melaporkan bahwa antusiasme warga sangat tinggi. Dari sekitar 3.000 pendaftar, sebanyak 1.920 peserta berhasil tersaring untuk mengikuti tahap walk-in interview dan psikotes.
“Kami berharap 1000 lebih pekerja ber-KTP Surabaya bisa diterima dan ditempatkan di perusahaan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing,” katanya.
Tak hanya berhenti pada perairan, Pemkot Surabaya juga menyiapkan strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
Untuk diketahui, Kegiatan ini disupport dan difasilitasi oleh Performa Event Expertindo. Stefanus Sugeng Irawan selaku CEO Performa Optima Group menyampaikan bahwa festival ini bukan sekedar ajang seremonial, melainkan platform kolaboratif yang mempertemukan inovasi, peluang, dan solusi nyata bagi perkembangan industri dan ketenagakerjaan.
“Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendorong transformasi industri yang adaptif dan inklusif. Kami percaya bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk menghadapi tantangan global sekaligus membuka peluang baru bagi tenaga kerja lokal agar lebih kompetitif,” tutupnya.
