Surabaya, Alipers.com – sepaktakraw berlangsung pada 21–23 Mei, pencak silat 22–24 Mei di CITO, serta kurash dan woodball pada 23–24 Mei. Menutup akhir Mei, atletik digelar 30–31 Mei di Lapangan THOR, disusul olahraga bermotor pada 31 Mei hingga 1 Juni di Sirkuit Gelora Bung Tomo.
“Memasuki Juni, voli pantai berlangsung 2–6 Juni di Kenjeran, sementara tenis lapangan dan wushu sanda digelar pada 4–7 Juni. Kick boxing berlangsung 5–7 Juni, bersamaan dengan arung jeram di Kalimas, selam di UNESA Lidah Wetan, pickball di THR Mall, domino di The Grand Barunawati, serta triathlon (aquathlon) pada 6–7 Juni,” lanjutnya.
Pada pertengahan Juni, e-sport digelar 12–14 Juni, diikuti barongsai dan karate pada 13–14 Juni. Cabang kempo berlangsung 14–17 Juni di Stadion Indoor GBT, disusul panjat tebing pada 15–18 Juni serta bola tangan pada 16–25 Juni. Senam dan taekwondo serentak diadakan pada 19–21 Juni, sementara dancesport berlangsung pada 14 Mei di Balai Pemuda.
“Rangkaian kompetisi kemudian ditutup dengan cabang tinju pada 26–28 Juni di Gelora Pancasila Surabaya, menandai berakhirnya seluruh agenda Piala Wali Kota Surabaya 2026 yang tersebar di berbagai venue strategis di Kota Pahlawan,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Surabaya, Arderio Hukom, menambahkan bahwa mekanisme seleksi atlet sepenuhnya diserahkan kepada masing-masing cabor dengan tetap mengacu pada kebutuhan Porprov mendatang.
“Seleksi mempertimbangkan kelompok umur yang masih memenuhi syarat untuk bertanding di Porprov 2027. Jadi, ini benar-benar proses penjaringan atlet potensial, bukan sekedar kompetisi biasa,” tutupnya. (*)
