Sampang, ALI PERS 86 ,– Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di lingkungan TK, MI, dan MTs Misbahul Ulum, Desa Jeruk Porot, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, pada Jumat (6/3/2026) menuai sorotan dari sejumlah siswa dan wali murid.
Program yang seharusnya bertujuan meningkatkan asupan gizi bagi para siswa tersebut justru dilaporkan menyajikan makanan yang diduga tidak layak konsumsi. Berdasarkan keterangan beberapa siswa dan wali murid yang enggan disebutkan identitasnya, menu yang dibagikan kepada para siswa hanya berupa buah salak, jeruk, telur puyuh, telur ayam, abon ayam, serta roti.
Namun, dari menu yang diterima, buah salak dan jeruk yang dibagikan kepada siswa dilaporkan dalam kondisi yang tidak layak untuk dikonsumsi. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran para wali murid karena makanan yang diberikan seharusnya memenuhi standar kesehatan dan keamanan pangan bagi anak-anak.
“Kami khawatir jika makanan yang diberikan tidak layak dikonsumsi, justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan anak-anak,” ungkap salah satu wali murid yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Keluhan tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua FPMI DPC Sampang, Ach. Ali Akbar Maadi, agar dapat ditindaklanjuti serta menjadi perhatian pihak terkait, khususnya penyelenggara program MBG di wilayah tersebut.
Sejumlah pihak berharap adanya evaluasi serius terhadap pelaksanaan program tersebut, mulai dari proses pengadaan bahan makanan, distribusi, hingga pengawasan kualitas makanan sebelum dibagikan kepada siswa.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi anak sekolah. Karena itu, masyarakat menilai pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut harus dilakukan secara ketat agar tidak menimbulkan persoalan baru di lapangan.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak sekolah maupun pelaksana program MBG di wilayah Kecamatan Torjun belum memberikan keterangan resmi terkait laporan tersebut.(HiB)
