Gresik,Alipers.Com- Suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kerukunan mewarnai peringatan Hari Lahir ke-6 Pagar Nusa Ranting Baitussalam, Driyorejo, Gresik, yang digelar pada Kamis, 24 September 2026.
Momentum anniversary tersebut tidak hanya menjadi ajang memperingati perjalanan enam tahun Pagar Nusa Ranting Baitussalam, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi antarkeluarga besar perguruan pencak silat.
Dalam kegiatan tersebut, Pengurus Pagar Nusa Ranting Baitussalam turut mengundang sejumlah perguruan pencak silat. Hadir perwakilan dari PSHT, PSHW Winongo, IKSPI Kera Sakti, serta Ki Ageng Pandan Alas. Turut hadir pula perwakilan MP LAW FIRM yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama, istighosah, dan tahlil yang dipimpin oleh Kusairin selaku sesepuh Ranting Baitussalam. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sejumlah pertunjukan pencak silat dari para anggota dan tamu undangan.
Pagar Nusa Ranting Baitussalam menampilkan beberapa atraksi, di antaranya Tunggal Putri yang dibawakan Nanda dan Angel, Seni Ganda oleh Novita dan Amanda, serta Solo Kreatif yang ditampilkan Habib.
Selain itu, Pembina Ranting Baitussalam, Bagus Setiawan, turut menampilkan keterampilannya. Penampilan juga datang dari Pagar Nusa Driyorejo yang diwakili Kang Aris.
Suasana semakin meriah dengan penampilan dari sejumlah perguruan tamu. PSHT diwakili Mas Ardy, IKSPI Kera Sakti diwakili Pak Erik, PSHW Winongo diwakili Mas Ahmad Toid, serta Ki Ageng Pandan Alas diwakili Mas Budi Eko.
Rangkaian acara ditutup dengan pembagian cinderamata kepada para tamu undangan yang kemudian dilanjutkan dengan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan dan persaudaraan.
Ketua Pagar Nusa Ranting Baitussalam, Mas Damar Agha Arrayyan, menyampaikan harapan agar keberadaan Pagar Nusa ke depan semakin berkembang serta mampu memberikan kontribusi positif bagi generasi muda.
“Semoga ke depan Pagar Nusa Ranting Baitussalam lebih berkembang dan mampu melahirkan generasi yang mempunyai akhlak dan norma yang baik. Sebab bagi kami, melatih dan berlatih tidak lain adalah bagian dari syiar dan dakwah kami dalam membangun sebuah kemanfaatan,” ujarnya.
Menurutnya, pencak silat bukan semata-mata tentang kemampuan bela diri, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter, kedisiplinan, akhlak, serta membangun hubungan persaudaraan di tengah masyarakat.
Peringatan anniversary ke-6 tersebut menjadi momentum untuk terus menjaga nilai-nilai persaudaraan dan kerukunan antarkomunitas pencak silat, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat.
