Madiun,Alipers.Com— Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Madiun mengikuti Pengarahan Persiapan Rapat Koordinasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Sosialisasi Kehumasan yang disampaikan Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, secara virtual, Senin (14/9/2026).
Kegiatan tersebut diikuti langsung oleh Kepala Lapas Kelas I Madiun, Fajar Nur Cahyono, bersama jajaran pejabat struktural. Keikutsertaan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pemahaman jajaran terhadap arah kebijakan pimpinan sekaligus memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan berjalan secara optimal.
Dalam kesempatan tersebut, Fajar Nur Cahyono menyampaikan bahwa pengarahan pimpinan menjadi momentum penting bagi jajaran Lapas Kelas I Madiun untuk menyelaraskan pelaksanaan tugas dengan kebijakan yang telah ditetapkan, termasuk dalam aspek keamanan, pelayanan, pembinaan, dan kehumasan.
“Arahan ini menjadi penguatan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas, baik dalam aspek keamanan, pelayanan, pembinaan maupun kehumasan. Lapas Kelas I Madiun siap menindaklanjuti arahan pimpinan secara konsisten sesuai tugas dan fungsi,” tutur Fajar.
Ia menambahkan, penguatan fungsi kehumasan memiliki peran strategis dalam membangun komunikasi publik yang informatif, positif, transparan, dan bertanggung jawab. Melalui penyampaian informasi yang tepat, berbagai program dan kegiatan positif Pemasyarakatan dapat diketahui masyarakat secara lebih luas.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, dalam arahannya menekankan pentingnya penguatan pengawasan dan pengendalian satuan kerja, peningkatan kualitas pelayanan, serta optimalisasi fungsi kehumasan dalam menyampaikan berbagai capaian dan program positif Pemasyarakatan.
Program yang perlu dikomunikasikan kepada publik antara lain pelayanan dan pembinaan Warga Binaan, pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta program ketahanan pangan. Jajaran juga diarahkan untuk memperkuat aspek keamanan melalui operasi gabungan, supervisi wilayah, dan optimalisasi Wartelsuspas.
“Humas memiliki peran penting sebagai jembatan informasi antara Pemasyarakatan dengan masyarakat. Karena itu, berbagai program dan kegiatan positif perlu dikomunikasikan dengan baik agar masyarakat mengetahui kinerja dan manfaat Pemasyarakatan,” ujar Mashudi.
Dalam aspek keamanan dan ketertiban, Mashudi mengingatkan jajaran untuk meningkatkan pengawasan secara berkelanjutan, termasuk melalui pelaksanaan operasi gabungan bersama aparat penegak hukum dengan sasaran antara lain peredaran handphone ilegal dan narkoba di lingkungan Lapas dan Rutan.
Penguatan supervisi wilayah juga menjadi bagian dari arahan guna memastikan pelaksanaan tugas pada satuan kerja berjalan sesuai ketentuan. Selain itu, jajaran didorong mengembangkan UMKM melalui kerja sama dengan pihak ketiga dan platform perdagangan elektronik (e-commerce), serta meningkatkan tata kelola BAMA dan koperasi.
Optimalisasi Wartelsuspas turut menjadi perhatian sebagai salah satu instrumen dalam mendukung komunikasi warga binaan sekaligus meminimalkan potensi penggunaan handphone ilegal di dalam Lapas dan Rutan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi penggunaan media monitoring Pemasyarakatan, praktik penulisan straight news, serta teknis pengiriman berita “Apa Kabar Pemasyarakatan”. Materi tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas jajaran dalam mengelola informasi dan menyampaikan pemberitaan secara cepat, akurat, objektif, serta sesuai kaidah jurnalistik.
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas I Madiun berkomitmen untuk terus memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan sekaligus meningkatkan kualitas komunikasi publik. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen menghadirkan Pemasyarakatan yang profesional, transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Pemasyarakatan Hadir Untuk Memanusiakan Manusia.”
